Mr Henri (Motivasi Arti Hidup Sebenarnya)

Cerita ini mungkin adalah cerita motivasi untuk belajar menjadi manusia seutuhnya. Belajar untuk memaknai kehidupan yang mana setiap nafas kita adalah anugerah yang harus wajib kita syukuri setiap waktu.

Salah satu kelebihan manusia adalah diberi akal, namun akal saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan hati yang bersih sebersih mutiara. Kali ini Motivasi.web.id akan mengangkat cerita tentang arti kehidupan sebenarnya. Langsung saja dibaca cerita berikut ini.

“Mr.Henri”

Renungkanlah oleh Anda betapa bahagia dan betapa bangganya perasaan seseorang apabila dirinya bisa diterima sebagai mahasiswa di universitas yang bergengsi seperti Yale atau Harvard University di USA. Tentunya lebih hebat lagi adalah orang-orang yang bisa menjadi guru besar di Universitas tersebut.

Mr.Henri adalah seorang guru besar bukan saja di kedua universitas tersebut, melainkan juga di Universitas Notre Dame. Beliau begitu disegani oleh rekan-rekan maupun para mahasiswanya sebagai wong pinter yang terpandang. Jadi sudah benar-benar berada di puncak kedudukan kariernya seorang ilmuwan.

Pada saat dimana dia sedang berada di puncak karier kehidupannya, tiba-tiba beliau merubah arah hidupnya! Dia telah merubah arah kehidupannya bukannya untuk 'Upward' lagi melainkan ingin 'Downward'.

Beliau melepaskan seluruh jabatannya di ketiga universitas bergengsi tersebut. Melepaskan ribuan siswa-siswinya untuk diganti hanya oleh 10 orang siswa lainnya. Bahkan untuk para siwa barunya ini beliau mengabdikan dirinya 24 jam sehari. Disitu dia telah benar-benar turun menjadi Mr Nobody.

Disitu tidak ada seorang pun yang mengenal dia, bahkan tidak ada seorang pun yang pernah membaca buku hasil karyanya. Begitu juga tidak ada seorang pun yang merasa kagum terhadap dirinya sebagai guru besar yang memiliki gelar sepanjang 1 meter. Disitu beliau benar- benar menjadi Mr. Nobody tulen. Masalahnya semua anak didiknya sekarang ini adalah anak-anak yang cacat mental. Melalui anak-anak cacat tersebut baru dia menyadari, bahwa segala prestasi yang pernah diraih sebelumnya itu, tidak ada manfaatnya sama sekali dalam pergaulannya dengan mereka.

Boro-boro bisa membaca dan menulis, mandi sendiri pun mereka sudah tidak mampu lagi. Dari guru besar dihadapan ratusan siswa berubah menjadi pelayan untuk melayani anak-anak cacat. Dimana setiap harinya beliau harus membersihkan badan mereka dari kotoran-kotorannya. Bantu menyikat gigi maupun mencukur jenggot mereka dan juga membantu memakai pakaiannya sebelumnya diletakan di kursi rodanya.

Salah satu diantaranya adalah seorang pemuda yang bernama Adam. Bagi kebanyakan orang Adam itu sudah benar-benar tidak berguna sama sekali, sehingga sebenarnya percuma saja dia dilahirkan juga. Adam walaupun usianya sudah mencapai 25 tahun, tapi dia masih harus dirawat seperti layaknya seorang bayi. Dia tidak bisa makan maupun minum sendiri, sehingga untuk ini beliau harus menyuapi dan menunggunya dengan sabar. Buang air besar pun tidak bisa, maka dari itu setiap hari Mr. Henri harus mencuci celana maupun badannya yang penuh dengan kotoran yang bau. Adam juga seorang penderita epilepsi yang parah sehingga badannya sering menjadi kejang dan kaku.

Pekerjaan yang tidak ringan maupun mudah dan terlebih lagi membutuhkan banyak kesabaran. Untuk ini tidak ada penghargaan maupun ucapan terima kasih dari Adam, sebab boro-boro bisa berbicara, senyum atau menangispun Adam sudah tidak bisa lagi. Hanya sekali pernah terlihat dimana Adam mengeluarkan air mata yang mengalir di pipinya.

Mungkin bagi orang lain apa yang dilakukan Henri sekarang ini adalah pekerjaan wong rendahan dan tiada artinya sama sekali, tetapi bagi dia bahkan masa hidup yang sekarang inilah yang terpenting di dalam kehidupannya. Henri pernah mengutarakan bahwa dia telah mendapatkan banyak sekali berkat dari pelayanannya ini. Ia menilai bahwa dari fisik dan pikiran Adam muncul seorang manusia yang paling baik yang telah menawarkan dan memberikan kepada dia suatu hadiah yang paling indah daripada apa yang bisa dia berikan kepadanya ialah pelajaran tentang cinta kasih. Dari situlah Henri merasa bahwa sebenarnya ialah yang dilayani oleh Adam untuk belajar melayani, bersabar maupun berbagi kasih yang tak berkesudahan.

Apa yang diucapkan oleh Henry ini bukannya hanya sekedar basa-basi, sebab untuk ini dia telah menulis satu buku khusus, mengenai hikmah dan pelajaran apa saja yang telah ia dapatkan dari Adam dalam bukunya “Adam´s Peace”.

Bayangkan saja ia seorang guru besar dari universitas bergengsi, ternyata telah bisa menimba ilmu dari anak-anak cacat. Anak-anak cacad tersebut telah berhasil mengajarkan kepada Henry apa artinya cinta kasih itu. Terlebih lagi disitulah baru ia menyadari, bahwa-bahwa apa yang membuat kita menjadi manusia, bukanlah gelar, harta, maupun jabatan kita. Begitu juga bukanlah otak kita, tapi hati kita!

Bukan kemampuan kita berpikir, tetapi kemampuan kita untuk mengasihi. Henry telah turun menjadi Mr Nobody dimata dunia, tetapi dilain pihak ia telah berhasil menjadi VIP dimata Sang Pencipta. Mr. Henry Josef Michael Nouwen (1932 - 1996) dengan sengaja telah meninggalkan komunitas orang-orang hebat dan bergengsi untuk memilih hidup di komunitas anak-anak cacat di L´Arche Daybreak di Toronto. Beliau melayani disitu terus sampai dengan akhir hayatnya.

Menurut ukuran dunia keberhasilan seseorang diukur berdasarkan keberhasilan maupun ketinggian yang bisa diraih oleh orang tersebut dengan motto “How high can you fly?” . Namun kita coba sekarang kita balik menjadi “How low can you go?”.

Kesimpulan

Dari cerita diatas dapat diambil hikmah jika ilmu bukan segalanya, jabatan, karir, kepintaran tidak ada apa-apanya jika tidak bisa berguna bagi orang lain. Jadikan hati sebagai penuntun hidupmu, dan selalu lakukan yang terbaik.

Tetap ingatlah jika apa yang membuat kita disebut sebagai manusia, bukanlah gelar, harta, maupun jabatan kita. Begitu juga bukanlah otak kita, tapi hati kita!
Like this  Donasi: #Paypal
Open Comments